Struktur kontrol pemilihan adalah
pernyataan dari Java yang mengijinkan user untuk memilih dan
mengeksekusi blok kode spesifik dan mengabaikan blok kode yang lain.
Java menyediakan dua buah perintah untuk proses pemilihan, yaitu if dan switch-case. Kedua perintah ini digunakan untuk mengontrol eksekusi tergantung pada kondisi yang ditentukan sebelumnya.
A. Statement “If…”.
Pernyataan if akan menentukan sebuah pernyataan (atau blok kode) yang akan eksekusi jika dan hanya jika persyaratan bernilai benar (true).
Bentuk dari pernyataan if :
Bentuk dari pernyataan if :if([kondisi])Listing Lat07.java
statement;
atau
if([kondisi])
{
statement1;
statement2;
. . .
}
public class Lat07B. Statement “If-else …”.
{
public static void main(String[] args)
{
int a=1,b=10;
if (a<5 p="p"> {
System.out.println(“Nilai a lebih kecil dari 5″);
}
if (b<5 p="p"> {
System.out.println(“Nilai b lebih kecil dari 5″);
}
}
}5>5>
Pernyataan if-else
digunakan apabila kita ingin mengeksekusi beberapa pernyataan dengan
kondisi true dan pernyataan yang lain dengan kondisi false.
Bentuk statement if-else :if([kondisi])Listing Lat08.java
statement;
else
statement;
atau
if([kondisi])
{
statement1;
statement2;
. . .
}
else
{
statement1;
statement2;
. . .
}
public class Lat08C. Statement “If-else-if …”.
{
public static void main(String[] args)
{
int a=1,b=10;
if (a<5 p="p"> {
System.out.println(a+” lebih kecil dari 5″);
}
else
{
System.out.println(a+” lebih besar dari 5″);
}
if (b<5 p="p"> {
System.out.println(b+” lebih kecil dari 5″);
}
else
{
System.out.println(b+” lebih besar dari 5″);
}
}
}5>5>
Pernyataan pada bagian kondisi else dari blok if-else dapat menjadi struktur if-else yang lain. Kondisi struktur seperti ini mengijinkan kita untuk membuat seleksi persyaratan yang lebih kompleks.
Bentuk statement if-else-if :
if([kondisi])Latihan Lat09.java
statement1;
else if
statement2;
else
statement3;
atau
if([kondisi])
{
statement1;
statement2;
. . .
}
else if
{
statement1;
statement2;
. . .
}
else
{
statement1;
statement2;
. . .
}
public class Lat09
{
public static void main(String[] args)
{
char nh;
double na=75.33;
if (na>=80)
{
nh=’A';
}
else if (na>=70)
{
nh=’B';
}
else if (na>=50)
else if (na>=50)D. Statement “If-else-else if …”.
{
nh=’C';
}
else if (na>=30)
{
nh=’D';
}
else
{
nh=’E';
}
System.out.println(“Nilai Akhir\t : “+na);
System.out.println(“Nilai Huruf\t : “+nh);
}
}
Latihan Lat010.java
public class Lat010F. Statement “Switch”.
{
public static void main( String[] args )
{
double grade = 62.54;
if(grade >= 90)
{
System.out.println( “Excellent!” );
}
else if((grade < 90) && (grade >= 80))
{
System.out.println(“Good Job!” );
}
else if((grade < 80) && (grade >= 60))
{
System.out.println(“Study Harder!” );
}
else
{
System.out.println(“Sorry, You Failed.”);
}
}
}
Perintah switch merupakan pemilihan alternatif, yang biasanya digunakan untuk penyederhanaan perintah if yang banyak mengandung kondisi. Switch mengkonstruksikan cabang untuk beberapa kondisi dari nilai.
Bentuk statement switch :switch ([nama_variable])
{
case [nilai1] :
perintah1;
perintah2;
. . .
break;
case [nilai2] :
perintah1;
perintah2;
. . .
break;
case [nilaiN] :
perintahN;
. . .
break;
default :
perintahDefault;
. . .
break;
}
Dalam java, tipe data dari [nama_variabel] harus merupakan salah satu dari tipe : byte, short, int, atau char.
Latihan Lat011.javapublic class Lat011
{
public static void main(String[] args)
{
int grade = 82;
switch(grade)
{
case 100:
System.out.println(“Excellent!”);
break;
case 90:
System.out.println(“Good Job!” );
break;
case 80:
System.out.println(“Study Harder!” );
break;
default:
System.out.println(“Sorry, You Failed!”);
}
}
}
Sumber: http://www.kuliah.ningyung.com/struktur-kontrol-pemilihan/
0 komentar:
Posting Komentar